Egoisnya Inter

EGOIS !!!

Mungkin itu salah satu kata yang tepat untuk mengibaratkan Inter Milan. Juara liga italia 3 musim berturut-turut yang baru saja memecat pelatihnya yanitu roberto mancini. Sebuah keputusan yang sangat menyesakkan untuk roberto mancini. Pelatih sala italia yang telah mempersembahkan 7 gelar juara bagi inter selama 4 tahun melatih inter. Seorang pelatih yang berhasil menuntaskan dahag inter atas gelar juara liga italia setelah terakhir kalinya diraih tahun 1989. Seorang pelatih yang membawa inter membawa inter merajai sepakbola italia dalam 3 tahun terakhir.

Bola itu bundar, dari sedemikian banyak gelar yang telah diberikan roberto mancini untuk inter tetap saja masih menyisakan kekurangan bagi sang pemilik sekaligus presiden inter masimo moratti. Moratti yang sangat mendambakan gelar liga champions segera mengambil keputusan untuk mengganti mancini dengan maurinho. Sebuah keputusan yang sangat disayangkan mengingat apa yang sudah diberikan oleh mancini selama ini. Sebuah pretasi yang menurut catatan adalah yang terbaik selatah tahun 70an. Inter yang telah puasa gelar selama 16 tahun akhirnya bisa meraih gelar juara pada tahun 2006. Tetapi gelar itu lebih karena pemberian dari figc karena kasul calciopolli yang melibatkan juventus,milan,fiorentina dan lazio. Denagn pengurangan poin untuk keempat tim itu maka inter yang sebenarnya berada di peringkat ketiga justru mendapat durian runtuh dan mendapatkan hibah gelar juara liga italia tahun 2005/2006.

Pun demikian banyak kalangan yang masih meragukan kemenangan inter saat itu yang hanya karena pemberian. Musim 2006/2007 bisa dibilang musim yang sangat indah untuk inter dimana inter benar-benar berkuasa di italia. Dengan milan, fiorentina,lazio yang terkena pemotongan poin serta juventus yang terdegradasi ke seri B membuat inter benar-benar digdaya. Dalam 38 pertandingan inter mecatat 30 kemenangan, 7 seri dan hanya sekali kalah. dengan poin total 97 Inter menjadi juara dengan selisih 22 poin dari peringkat kedua AS Roma. Inter bahkan sudah memastikan gelar juara pada pekan ke 33. Inter juga mecatatkan rekok terbaru di italia dan eropa dengan 17 kemenangan berturut-turut di liga. Sebuah prestasi yang tentunya sangat sulit dipecahkan pada musim-musim berikutnya.

Gelar pada tahun 2007 itupun masih dipertanyakan banyak orang mengingat masih ada pemotongan poin untuk tim lain dan juventus yang masih di Seri B. Pada musim 2007/2008 inter kembali membuktikan diri sebagai yang terbaik di italia. Start dengan keadaan yang sama dan tanpa pengurangan poin serta kembalinya juventus ke seri A membuat seri A tahun 2007/2008 menjadi lebih kompetitif. Meskipun juga sempat terseok seok di awal musim, inter akhirnya mampu mengalahkan As Roma 4-1 di kandang roma dan memimpin klasemen mulai pekan ke 6. Setelah itu inter tak tertahankan lagi di peringat pertama sampai akhir musim ini. Meskipun penentuan juara harus dilakukan pada akhir musim dan inter pun mampu mengakhiri musim ini dengan nilai 85 dan terpaut 3 poin dari AS Roma di peringkat ke dua.

Sungguh ironis setelah gelar juara ketiga yang diberikan oleh mancini tersebut, 11 hari kemudian dia justru didepak oleh Inter. Hal ini tentu saja sangat menyakitkan untuk mancini mengingat begitu besar kontribusinya dalam meramu inter selama 4 tahun tersebut dan setiap musim mesti merebut tropi juara. Suatu yang tidak adil seorang pelatih dinggap gagal karena belum mampu menjadi juara liga champions. Padahal liga champions adalah sebuah kompetisi yang ketat dan membutuhkan mental dan kesiapan ekstra untuk meraihnya. Inter harusnya meniru manajemen Manchester United ataupun arsenal yang selalu memebri kesempatan dan dukungan kepada pelatihnya meskipun belum berhasil meraih gelar juara. Seorang Alex ferguson bahkan harus menunggu selama 5 musim untuk membawa MU juara liga inggris di tahun 1991 dan membutuhkan waktu 13 tahun untuk merebut juara liga champions.

Begitupun dengan wenger yang tidak bisa sukses dalam tahun awalnya di arsenal. Sebuah tim membutuhkan waktu untuk menjadi matang dan pada akhirnya nanti akan mendapatkan gelar juara. Suatu hal sangat miris untuk inter ketika harus memecat seseorang yang telah mengubah inter menjadi juara italia, mancini harusnya diberi kesempatan lagi untuk meraih impian inter di liga champions yang terakhir diraih inter 43 tahun yang lalu. Satu keputusan “egois” dari inter yang harus dipertanggung jawabkan musim depan.

Dengan pelatih baru “jose maurinho” apakah inter akan meraih sukses terutama di liga champions atau inter justru kembali terpuruk seperti era sebelum kedatangan roberto mancini. Untuk itu kita harus melihat di musim 2008/2009 apakah yang bisa dibuat “the Special One” untuk inter? Kesuksesan atau kegagalan ?

Tentang ndelon

Aku orang biasa aja yang penuh dengan kekurangan, tetapi aku selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Pos ini dipublikasikan di Sport dan tag , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Egoisnya Inter

  1. firdi berkata:

    hidup mouriho…
    welcome son..

  2. ndelon berkata:

    Muga aja fir, inter makin sukses di masa maurinho.

  3. Wawan berkata:

    Jose Mourinho not The Special One but Interisti now.
    Bravo Inter Milan !!!

  4. ndelon berkata:

    Moga jadi special champions

  5. maradoni berkata:

    Jose Mourinho membuat permainan inter seperti masa cuper,ga enak dipandang karena hanya mementingkan hasil.semoga Jose Mourinho bisa…..membawa piala champion kemilan tp scudeto ga bolah lepas OK

  6. ndelon berkata:

    Iya mas, emang hanya mengejar hasil. tetapi moga aja maurinho bisa membuat mental inter jadi lebih baik untuk meraih tiga gelar musim depan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s